Lianka dan Kevin itulah nama sepasang kekasih yang sangat romantis. Hubungan yang nereka jalani tak tanggung-tanggung sudah sekitar 3 tahun. Tak pernah ada penghianatan diantara mereka, selalu terucap kata cinta setiap harinya. Hubungan selama itu membuat mereka semakin kuat.
Tapi Tuhan tidak semudah itu memberi kebahagiaan untuk mereka, untuk mendapat kebahagiaan harus melalui rintangan yang tak mudah, kalau mereka kuat tak kan pernah ada kata menyesal tapi jika salah satu ada yang ingkar menyesal itu pasti akan terjadi.
Ditengah-tengah kehangatan hubungan mereka muncul seorang gadis yang masuk dalam hubungan tersebut. Gadis itu bernama Gina, sebenernya mereka berteman tapi entah kenapa Gina seperti ingin mendekati Kevin. Dan setiap hari Lianka disuguhkan tontonan yang sangat menyakitkan karena melihat kedekatan Gina dengan Kevin.
Biasanya saat istirahat mereka makan bakso berdua di kantin tapi sekarang posisinya digantikan Gina, mereka suap-suapan dan seperti ingin membuat Lian kecewa. Air mata tak kan pernah mampu ditahan saat hati benar-benar terluka, Lian menangis dan pergi dari kantin.
Saat Lian menangis Gina dan Kevin melihatnya.
"Lianka kenapa kamu menangis, apa ada yang nyakitin kamu?. Katakan siapa dia biar aku hajar !" tanya Kevin cemas.
"Mau tau siapa yang bikin aku menangis haa.." bentak Lian.
"Iya siapa Lian, katakan ! "
"Kamu !" Ucap Lian sambil pergi.
Kevin tak menyadari bahwa kedekatannya dengan Gina menyakiti Lian. Diapun bingung kenapa pacarnya sampai menangis .Yang membuatnya semakin bingung saat Lianka mengatakan yang menyakitinya adalah Kevin itu sendiri.
Hari berganti hari namun kedekatan Kevin dan Gina semakin menjadi-jadi. Dan tiap hari Lian hanya dibuat terluka. Saat istirahat Lian duduk sambil baca buku, Kevin duduk disampingnya sambil minta maaf, beberapa menit setelah dimaafkan malah membuat luka baru lagi.
"Sayang anterin aku ke Perpus yuk" ajak Lian.
"Iya ayo sayank aku anterin hehe"
Tiba-tiba Gina datang dan mengajak Kevin ke kantin.
"Eh Vin aku laper nih, anterin aku ke kantin yuk , mau ya ya plis " pinta Gina didepan Kevin
"Tapi aku mau nganter pacarku".
"Ayolah Vin anterin aku ke kantin pliiss".
"Ya udah ayo Gin , eh yank maaf ya aku ke kantin dulu ntar aku nyusul aja ke perpusnya" ucap Kevin.
Lagi-lagi Lian terluka tapi dia coba tegar. Diapun jalan sendirian menuju Perpus saat dia membaca buku tiba-tiba Kevin datang lagi.
"Sayang lagi baca buku apa sih hehe ?" Tanya Kevin.
Tapi Lian hanya diam tak mau menjawab karena dia sudah sangat kecewa.
"Kok diem sih yank , kenapa sih kamu , kok jutekin aku gitu"
"Lian sayang kenapa sih kamu, jutek banget sih bete aku ma kamu tauk!"
"Heh yank pikir donk kamu tu yang kenapa ma aku, yang jutek tu kamu bukan aku. Aku tu sekarang disakitin terus ma kamu, gak puas ya kamu tiap hari bikin aku kesel bikin bete. Kalau Gina lebih penting daripada aku udah sana urusin aja tu orang !" Bentak Lian sembari meneteskan air mata lalu pergi dari hadapan Kevin.
Kevin hatinya tersetak mendengar ucapan pacarnya, ternyata dia baru sadar kalau kedekatannya dengan Gina membuat pacarnya kecewa.
***
Di hari yang berbeda saat Lian sedang melihat pertandingan basket dilapangan tiba-tiba ada temannya terkena bola basket dan terjatuh. Lalu Lian membantunya dan mengantar cowok tersebut ke UKS. Saat itu ternyata Kevin lihat dan marah-marahin Lianka.
"Lian tega ya malah mesra-mesraan ma cowok ini, pake acara rangkul-rangkulan segala lagi, palinhg tu cowok cuma pura-pura sakit doang " kata Kevin sambil marah-marah.
"Apaan sih kamu, aku cuma bantuin dia kok "
"Alah bo'ong kamu tu bilang aja kamu mau ngomporin aku kan ?"
"Bodo' amat ah mau ngomong apa" jawab Lian.
Akhirnya pulang sekolah Kevin minta maaf lagi sama Lian. Dan Lian memaafkannya, Kevinpun mengantar Lian pulang. Lianka mulai tersnyum kembali karena kekasihnya mulai perhatian lagi.
Saat Kevin sampai rumah dia duduk sambil melamun dan teringat sesuatu.
"Eh kok sekarang Lian gak pernah ngasih surat lagi ya, biasanya dia ngasi surat buat aku tiap sebulan sekali isinya kata-kata romantis dan ungkapan sayang, tapi kok sekarang gak pernah ya aku kangen surat dari nya hufft. " ucap Kevin lirih.
***
Paginya di sekolahan Kevin lagi-lagi berduaan sama Gina. Saat itu Lianka melihatnya lagi, dia sudah tak bisa berbuat apa-apa sudah cukup sakit yang dia rasakan. Tapi Lian tetap coba tersenyum. Diapun jalan menuju kearah Kevin dan Gina dan memberikan sebuah amplop yang berisi surat untuk Kevin.
"Maaf aku ganggu kalian, aku cuma mau ngasih surat buat kamu Vin, udah dulu ya aku mau balik kelas".
Di kelas Lian duduk sambil menundukan kepalanya ke meja. Sampai beberapa lama Lian masih dalam posisi menunduk dan tak bergerak sedikitpun.Bel masuk berbunyi itu tandanya pelajaran berikutnya akan dimulai. Temannya memanggil Lianka untuk duduk yang benar tapi tak ada sedikit gerak dari Lianka. Dan temanya lagi-lagi memanggilnya tapi tak ada jawaban darinya. Akhirnya teman satu kelasnya itu mengangkat kepala sembari memanggil Lian, betapa kaget semua teman satu kelasnya melihat Lianka bermuka pucat dan matanya terpejam. Saat di cek pernafasan ternyata sudah tak ada nafas darinya.
Suasana kelas menjadi tegang Kevinpun masuk ke kelas dengan muka tak percaya.
"Lian bangun , Lian sayang bangun, bangun Lian banguuuuuun. Maafin aku Lian selama ini aku mengecewakanmu aku menyakitimu. Kenapa kamu pergi secepat ini, bangun Lian banguuuuun !"
"Sabar Vin mungkin ini coba'an buat kamu, tenang ya Vin jangan nangis"Ucap Gina.
"Lianka aku sayang kamu, jangan pergiiiiiiii..."teriak Kevin.
Saat Lianka akan dikuburkan Kevin menangis tak rela, namun apalah daya semua sudah terjadi, dia hanya bisa mendoakan kekasihnya tersenyum di surga.
Setelah dari pemakaman Kevin pulang dan membaca surat terakhir dari kekasihnya itu.
" Vin, maaf iya kalau aku gak bisa jadi cewek yang sempurna untukmu. Aku hanya cewek apa adanya yang gak seperti Gina. Jujur aku terluka setiap mrlihatmu sama Gina karena bagaimanapun aku masih berstatus pacarmu. Tapi kemarin tak ada sedikitpun waktu dan perhatianmu untukku. Cukup aku sedih, dan slamat tinggal untuk selamanya semoga kau bahagia. Aku sayank kamu.
Seusai membaca surat terakhir dari Alianka Valeea kekasihnya itu. Dia sangat menyesal karena dia akhir-akhir ini egois dan tak pernah peduli dengan kekasihnya yang sangat mencintainya. Apalagi di saat hembusan nafas terakhir Lian Kevin tak ada disampingnya tapi malah sedang berduaan dengan Gina.
"Oh Tuhan, maafkan aku yang bodoh ini yang menyia-nyiakan kekasihku sendiri. Sampai akhirnya sekarang aku kehilangan untuk selama-lamanya. Dimana aku akan menemukan kekasih yang tulus seperti Alianka Valeea lagi Tuhan. Aku menyesal, kuatkan aku dan buatlah aku lebih baik Tuhan".
Menyesal, iya itu adalah lagu lama yang selalu diucapkan semua orang setelah kehilangan apa yang berharga dalam hidupnya. Seperti lagu Bang Roma Irama "kalau sudah tiada baru terasa bahwa kehadirannya sungguh berharga".
Kevin sering murung karena penyesalan itu, tapi dia harus mengikhlaskan semua yang sudah terjadi. Dan dia harus lebih baik dari kemaren supaya tak menyesal untuk kedua kalinya.
シMurni Kusmawati :*